Assalamualaykum Ayah Bunda,
Dalam keseharian kita, mari libatkan anak, memang segalanya akan terasa lambat, malah semakin menambah pekerjaan kita, tapi dengan begitu anak jadi belajar banyak.
Salahsatunya kegiatan jual beli. Sejauh ini jual beli masih dilakukan dengan metode pretend play. Sedangkan untuk kegiatan beli, sering kita lakukan seperti saat mau bayar dikasir, ketika membeli susu kedele si kakek kakek tiap pagi atau saat membayar pesanan air minum yang diantar uwak Fahri eh Fathir.
Jika datang uwak Fathir antarkan pesanan air galon, Khalil begitu semangat ketika aku suruh untuk membayar 😅 bahkan dia pernah marah padaku jika aku yang bayar dan kenapa bukan dia haha.
Selebihnya pengen koleksi buku Muamalah Untuk Anak 😍
Semoga bermanfaat!
Showing posts with label #IbuProfesional #Level8 #Tantangan10Hari. Show all posts
Showing posts with label #IbuProfesional #Level8 #Tantangan10Hari. Show all posts
Saturday, July 14, 2018
Melibatkan Anak Lelaki Berbelanja, Why Not?
Assalamualaykum Ayah Bunda,
Masih membahas drama membawa anak ke supermarket, aku pernah dengar ilmu pengasuhan dari Bu Elly Risman bahwa anak 2,5 tahun sudah bisa diajak kerjasama untuk belanja.
Belanja ternyata perlu ilmu loh, jika anak diajarkan sejak dini dan dilibatkan saat belanja bulanan tentu bagi anak akan sangat menyenangkan.
Ilmu ini belum aku terapkan, tapi sudah aku rencanakan. Bagaimana melibatkan anak 2,5 tahun belanja bulanan?
Belanja, seperti yang pernah aku upload di channel youtube ku,*ciyeeee...
Belanja itu bukan sembarang belanja loh, kalau anak lelaki gak punya ilmunya, gimana ntar dia bantu istrinya ketika si istri sedang tidak bisa membantunya berbelanja? Padahal belanja bukan kewajiban istri justru kewajiban suami, istri mah tinggal makan aja sebenarnya hehe, tapi jika istri mengambil alih tugas ini dengan suka cita tentu akan jadi pahala. Lah kenapa jadi ngebahas ini sih wkwkw, etapi bukannya kita mendidik anak untuk menjadi calon suami dan menantu yang baik, kelak? *ada yang mau berbesan dengan akoh haha
Begini cara melibatkan anak berbelanja bulanan :
1. Cetak gambar produk yang akan dibeli, sehingga saat belanja anak terbantu dengan gambar yang ada di daftar belanja
2. Ajak anak melihat harga, tanggal expired, komposisi. Ya untuk anak 2,5 tahun, diajarkan pelan-pelan aja
Terus apalagi ya? Aku belum dapat ilmunya secara spesifik, tapi kurleb begitulah yang dijelaskan Bu Elly.
Semoga bermanfaat!
Masih membahas drama membawa anak ke supermarket, aku pernah dengar ilmu pengasuhan dari Bu Elly Risman bahwa anak 2,5 tahun sudah bisa diajak kerjasama untuk belanja.
Belanja ternyata perlu ilmu loh, jika anak diajarkan sejak dini dan dilibatkan saat belanja bulanan tentu bagi anak akan sangat menyenangkan.
Ilmu ini belum aku terapkan, tapi sudah aku rencanakan. Bagaimana melibatkan anak 2,5 tahun belanja bulanan?
Belanja, seperti yang pernah aku upload di channel youtube ku,*ciyeeee...
Belanja itu bukan sembarang belanja loh, kalau anak lelaki gak punya ilmunya, gimana ntar dia bantu istrinya ketika si istri sedang tidak bisa membantunya berbelanja? Padahal belanja bukan kewajiban istri justru kewajiban suami, istri mah tinggal makan aja sebenarnya hehe, tapi jika istri mengambil alih tugas ini dengan suka cita tentu akan jadi pahala. Lah kenapa jadi ngebahas ini sih wkwkw, etapi bukannya kita mendidik anak untuk menjadi calon suami dan menantu yang baik, kelak? *ada yang mau berbesan dengan akoh haha
Begini cara melibatkan anak berbelanja bulanan :
1. Cetak gambar produk yang akan dibeli, sehingga saat belanja anak terbantu dengan gambar yang ada di daftar belanja
2. Ajak anak melihat harga, tanggal expired, komposisi. Ya untuk anak 2,5 tahun, diajarkan pelan-pelan aja
Terus apalagi ya? Aku belum dapat ilmunya secara spesifik, tapi kurleb begitulah yang dijelaskan Bu Elly.
Semoga bermanfaat!
Drama Ketika Membawa Khalil Ke Supermarket
Assalamualaykum Ayah Bunda,
Siapa yang lemes kalau tiba waktunya belanja bulanan?
Akuuu, haha, selain lemes karena beberapa barang ada yang naik harganya, disaat yang sama anak malah ikutan belanja seperti belanja mainan yang hanya bertahan sehari atau kadang terpaksa mengikuti keinginannya untuk bermain di zona permainan yang ada di supermarket, makin koyak kantong mamak.
Beberapa bulan terakhir aku berpikir keras bagaimana agar tiap kali terpaksa harus ke supermarket membawa anak tanpa drama.
Kata Emak Safithri, ketika berbelanja buat kesepakatan atau bersikaplah tegas, kalau tidak boleh beli mainan, ya tidak boleh.
Baiklah, kuncinya adalah KETEGASAN!
Setelah dicoba, ternyata aku menemukan kuncinya. Solusi ini bisa jadi cocok disemua anak, bisa jadi hanya cocok dianakku, haha. Sekali lagi pengasuhan adalah seni, seni menghadapi anak sendiri.
Khalil ketika diajak ke supermarket atau paling gak ke minimarket, pasti cari rak mainan, pasti itu! Dan yang ada dirak mainan itu bukan mainan murahan, tapi sebangsa hot wheel, yang mobil mainan seimut itu harganya 50K, kalau tiap kali ke minimarket beli hot wheel, pengsan dompat mamak.
Akhirnya dapatlah solusi, setiap ke minimarket, boleh beli sesuatu asal tidak mainan dan itu hanya satu ya hanya satu.
Kenapa tidak boleh beli mainan? Karena mainan sudah terlalu banyak di rumah, mubazir! Lagian dari bahan dan benda sehari-hari bisa jadi alat bermain. *emak pelit dan hemat, beda tipis lah haha
Jika tujuan pertama ke minimarket adalah beli es krim, berarti hanya es krim.
Aku sering bilang begini ke Khalil jika dia begitu bingung melihat banyak benda di minimarket seperti dua hari lalu beli es krim dan dia melihat stiker, rasanya mungkin dia ingin memborong semua yang ada disana, tapi aku bilang begini,
" Khalil beli es krim atau stiker? pilih satu!"
Dan dia pun memilih es krim.
Ketegasanku ini efek dari ketegasan di rumah. Aku cukup tegas urusan nonton TV. Semua orang rumah longgar sekali terhadap ketentuan nonton TV, kalau aku tidak. Jika pagi hari over nonton gegara aku sibuk kegiatan domestik, maka tidak ada jatah nonton di siang atau pun malam hari.
Jika orang rumah mengizinkan nonton Spongebob, di aku tidak berlaku, akan aku putar Timmy Show The Sheep.
Khalil : (merengek) 'Owee tidak mau nonton Timmy, mau Spongebob'!
Bunda : 'Oke Khalil, Bunda hanya bisa putar Timmy, atau Khalil tidak nonton sama sekali'
Khalil : 'Nonton Timmy ajalah!'
Ternyata ampuhnya ketegasan di minimarket adalah efek konsisten tegas di rumah. MasyaAllah!
Sekilas kita bakalan luluh dengan tangisan dan air matanya, tapi itu semua hanya sebentar, lama-lama anak juga akan tenang, karena Ayah Bunda tahu yang terbaik buat anaknya!
Semoga bermanfaat!
Siapa yang lemes kalau tiba waktunya belanja bulanan?
Akuuu, haha, selain lemes karena beberapa barang ada yang naik harganya, disaat yang sama anak malah ikutan belanja seperti belanja mainan yang hanya bertahan sehari atau kadang terpaksa mengikuti keinginannya untuk bermain di zona permainan yang ada di supermarket, makin koyak kantong mamak.
Beberapa bulan terakhir aku berpikir keras bagaimana agar tiap kali terpaksa harus ke supermarket membawa anak tanpa drama.
Kata Emak Safithri, ketika berbelanja buat kesepakatan atau bersikaplah tegas, kalau tidak boleh beli mainan, ya tidak boleh.
Baiklah, kuncinya adalah KETEGASAN!
Setelah dicoba, ternyata aku menemukan kuncinya. Solusi ini bisa jadi cocok disemua anak, bisa jadi hanya cocok dianakku, haha. Sekali lagi pengasuhan adalah seni, seni menghadapi anak sendiri.
Khalil ketika diajak ke supermarket atau paling gak ke minimarket, pasti cari rak mainan, pasti itu! Dan yang ada dirak mainan itu bukan mainan murahan, tapi sebangsa hot wheel, yang mobil mainan seimut itu harganya 50K, kalau tiap kali ke minimarket beli hot wheel, pengsan dompat mamak.
Akhirnya dapatlah solusi, setiap ke minimarket, boleh beli sesuatu asal tidak mainan dan itu hanya satu ya hanya satu.
Kenapa tidak boleh beli mainan? Karena mainan sudah terlalu banyak di rumah, mubazir! Lagian dari bahan dan benda sehari-hari bisa jadi alat bermain. *emak pelit dan hemat, beda tipis lah haha
Jika tujuan pertama ke minimarket adalah beli es krim, berarti hanya es krim.
Aku sering bilang begini ke Khalil jika dia begitu bingung melihat banyak benda di minimarket seperti dua hari lalu beli es krim dan dia melihat stiker, rasanya mungkin dia ingin memborong semua yang ada disana, tapi aku bilang begini,
" Khalil beli es krim atau stiker? pilih satu!"
Dan dia pun memilih es krim.
Ketegasanku ini efek dari ketegasan di rumah. Aku cukup tegas urusan nonton TV. Semua orang rumah longgar sekali terhadap ketentuan nonton TV, kalau aku tidak. Jika pagi hari over nonton gegara aku sibuk kegiatan domestik, maka tidak ada jatah nonton di siang atau pun malam hari.
Jika orang rumah mengizinkan nonton Spongebob, di aku tidak berlaku, akan aku putar Timmy Show The Sheep.
Khalil : (merengek) 'Owee tidak mau nonton Timmy, mau Spongebob'!
Bunda : 'Oke Khalil, Bunda hanya bisa putar Timmy, atau Khalil tidak nonton sama sekali'
Khalil : 'Nonton Timmy ajalah!'
Ternyata ampuhnya ketegasan di minimarket adalah efek konsisten tegas di rumah. MasyaAllah!
Sekilas kita bakalan luluh dengan tangisan dan air matanya, tapi itu semua hanya sebentar, lama-lama anak juga akan tenang, karena Ayah Bunda tahu yang terbaik buat anaknya!
Semoga bermanfaat!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak
Assalamualaykum Bunda, Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...
-
Bismillah, Assalamualaykum, Mamsii, siapa disini yang bersikeras buanget buanget pasca melahirkan ingin melakukan IMD pada bayinya? ...
-
Assalamualaykum, Melalui laman blog ini blogger menyatakan bahwa bundakhalil.blogspot.co.id adalah blog pribadi. Semua postingan berasal ...
-
Assalamualaykum, Perkenalkan saya Bunda Khalil, emak sholehah (insyaAllah ) berkacatama dan baru dikaruniai satu putra. Domisili di Me...


