Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Sunday, August 16, 2020

Pengalaman IMD pada Kelahiran Anak Keduaku

 Bismillah,
Assalamualaykum,


Mamsii, siapa disini yang bersikeras buanget buanget pasca melahirkan ingin melakukan IMD pada bayinya?

 

View this post on Instagram

::Persiapan MengASIhi:: . Kehamilan anak kedua dan persiapan menyusui kali ini sungguh santai tapi serius, gak sedrama saat hamil anak pertama dulu. . Memasuki 37 weeks, mulai bersihkan puting pakai minyak kelapa, sambil stimulasi dan ngobrol ke PD 😂 supaya bisa bantu aku mengASIhi sampai 2 tahun. . Saat melahirkan setelah bersih bersih, bidan bantu IMD, dan anakku langsung pinter menghisap masyaAllah 😍. Trus makan siang langsung disediakan sayur katuk oleh mama mertua, sorenya ASI ku keluar, Alhamdulillah 👏 . Lebih bagus memang tempo hari konsumsi produk pelancar ASI, tapi udah blank wkwkw, next memang harus masuk birth plan deh. . Oiya dalam rangka merayakan Pekan ASI Sedunia 2020 saya bersama HerbaAsimor mendukung IMD loh. 👍 Herba Asimor terbuat dari 3 bahan alami yg aman dan terbukti melancarkan ASI seperti daun katuk, daun torbangun dan ikan gabus. . Produk bisa dibeli di link https://bit.ly/shopeeASIMOR dan pakai Kode Voucher GOAPMOMS biar dapat diskon 10% ya Mamsi 😘 . @asimor.id . #KawalAwalUntukSelamanya #PejuangkASIh #KawalAwal #ASIPasti #ASILancar #ASIBerkualitas #HerbaASIMOR

A post shared by Keluarga Nufa (@emak_alfa99) on



Kalau ada berarti kita samaan, namun itu terjadi saat melahirkan anak pertama. Dan tahu apa yang aku dapatkan? Oknum nakes yang kurang lembut dan menyodorkan bayi pada payudaraku dengan cara yang gak nyaman, sambal bilang begini ‘nih lihat tu Bu, air susu ibu aja belum ada’, sambil payudaraku ditekan-tekan kasar. Duh sediiih banget waktu itu T_T

 



Lalu baru aku sadari, ternyata persiapan IMD aja gak cukup, pengetahuan menyiapkan payudara untuk menyusui, ilmu tentang menyusui jauh lebih penting sehingga bisa menjadi busui yang berdaya usai melahirkan dan no baper baper club. 


Ketika Aku Menikmati Proses IMD


Minggu subuh yang hening, bayi laki-laki keduaku lahir dalam keadaan sehat dan menangis kencang.
Usai aku dibersihkan begitu juga dengan bayiku, bidan membantuku melakukan IMD, dan masyaAllah, bayiku langsung pintar menghisap. Saat itu aku hempaskan ke khawatiran ASIku ada atau gak, aku yakin pasti ada cuma ya belum keluar. Sepuluh menit aku melakukan IMD, sudah cukup bagiku. 


Kemudian aku istirahat sejenak, sementara bayiku ada bersama mamakku, jadi aku sudah meminta untuk room in bersama bayi, dan bayiku gak ada dikasi sufor oleh nakes. Jelang subuh bayiku menangis, gak mau tenang meski sudah di shshshsh, akhirnya mamaku meletakkan bayiku disampingku, Alhamdulillah dia anteng haha.

 
Siang harinya, mamakku masak gulai daun katuk, gak berapa lama ASIku keluar, sorenya aku sudah bisa menyusui bayiku, Alhamdulillah. Sesimpel ituuuh ^^.


Persiapan Menyusui Versi Bunda Khalil


Saat tahu aku hamil anak kedua, aku bertekad agar perjalanan kehamilan ini lebih baik dari kehamilan sebelumnya sehingga aku berpetualang mencari ilmu seputar kehamilan, melahirkan dan menyusui, karena ketiga ini emang satu paket ya kan.


Adapun persiapan menyusui yang aku lakukan adalah:


-    Stimulasi puting

Pada kehamilan 36 minggu, aku mulai melakukan stimulasi puting tentunya dibantu suami haha. Selain stimulasi puting, aku juga sekalian membersihkan puting memakai minyak kelapa atau VCO


-    Ikut kelas merawat new born

Saat minggu-minggu akhir jelang partus, aku banyak ikut kelas salahsatunya kelas merawat new born yang dibawakan oleh dokter anak senior di Indonesia. Poin penting dari kelas tersebut adalah, ternyata IMD itu gak mesti juga ujug-ujug pas melahirkan langsung IMD walau idealnya begitu, tapi gak semua klinik menerapkan hal itu. 


Lakukan IMD semampunya saat di klinik, lalu lanjutkan IMD saat udah pulang ke rumah. Pastikan ketika melahirkan pilih layanan satu kamar dengan bayi.


Pernyataan dokter anak tersebutlah yang membuatku agak santai dengan IMD, gak sekekeuh markeukeuh zaman melahirkan anak pertama dulu wkwkw


-    Bicarakan dengan Nakes

Jika ingin melakukan IMD, bicarakan pada nakes jauh hari sebelum melahirkan, diskusikan keinginan kita bahwa kita ingin IMD, atau tanyakan bagaimana praktek IMD di rumah sakit tersebut 


-    Paham Praktek IMD

Dulu aku kira IMD itu ya letakkin aja bayinya di dada ibu, ternyata gak gitu juga Esmeralda. Pastikan ruang bersalin gak dingin, pakaikan bayi selimut agar bayi tetap hangat. Selain itu kadang kondisi abis melahirkan kan heboh, sang ibu masih harus dikeluarkan plasentanya, harus bersih bersih, begitu juga bayinya, jadi ya santai aja sih sebenarnya.


-    Perbanyak Konsumsi Makanan yang bersifat Galactogogue

Demi menstimulus ASI keluar sebelum melahirkan, maka perbanyak konsumsi makanan yang bersifat Galactogogue zat yang dapat meningkatkan produksi ASI seperti daun katuk,  dll


Herba Asimor, Produk Herbal Yang Bantu Lancarkan ASI

Dalam menyusui, jika kita paham prosesnya, maka akan mengurangi risiko gagal menyusui, keras kepalalah dalam menyusui yang tentu jika kondisi ibu dan bayi semuanya normal.


Menyusui adalah cara alami yang dianugerahkan Allah pada ibu untuk menyediakan nutrisi terbaik yang diperlukan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.


Mengenai manfaat ASI, sudah tidak diragukan lagi, komposisinya yang unik membuat ASI menjadi cairan tak tergantikan bagi seorang bayi.

 


Lalu apa sih ukuran sukses menyusui?

Apakah ukuran payudara ibu? Stok ASIP yang penuh di kulkas? atau dapat sertifikat sukses menyusui penuh selama 6 bulan?


Ternyata bukan itu semua Mamsi. 


Ukuran sukses menyusui adalah berat badan bayi naik sesuai kurva pertumbuhan, jadi orientasi suksesnya ada pada bayi, bukan pada ibu.


Apa saja manfaat menyusui bagi Mamsi?


  • Jika berkesempatan melakukan IMD yang ideal itu, tentu meningkatkan hormon cinta atau oksitosin sehingga membantu melahirkan plasenta
  • ASI menurunkan risiko osteoporosis, diabetes maternal
  • ASI menurukan risiko kanker payudara, ovarium dan rahim
  • ASI adalah jalinan kasih sayang ibu dan bayi
  • ASI lebih ekonomis
  • ASI jadi metode kontrasepsi alami dan aman 


Kemudian bagaimana agar produksi ASI Mamsi meningkat?

Produksi ASI dalam payudara bersifat supply and demand, untuk menjaga keseimbangan supply and demand itu dengan rutin pompa ASI tiap 2-3 jam, pastikan Mamsi istirahat cukup, happy, makan-makanan yang bergizi dan bila perlu konsumsi produk yang mengandung Galactogogue seperti yang terkandung dalam Herba Asimor.


Zat Galactogogue sendiri merupakan zat yang digunakan untuk menstimulasi, mempertahankan dan meningkatkan produksi ASI.


Herba Asimor adalah produk herbal yang terbuat dari kombinasi 2 tanaman asli Indonesia yang dipercaya dari dulu untuk lancarkan ASI yaitu  ekstrak daun katuk dan ekstrak daun torbangun. 


Wah pastinya jadi praktis banget, aku teringat zaman menyusui Khalil, enam bulan pertama kehidupannya, demi ASIku lancar secara anak cowok kalau menyusu kuat sekali, maka aku bela-belain makan sayur daun katuk. Kebayang gak sih bosannya huhu. 


Daun katuk atau yang memiliki nama latin Sauropus androgynous ini bermanfaat meningkatkan produksi ASI selama menyusui karena memberi peningkatan signifikan dalam gen prolactin dan oksitosin, hormone yang berperan dalam proses menyusui.


Tentang Daun Torbangun ( Coleus amboinicus Lour ), aku baru tahu bentuk dan khasiatnya untuk merangsang ASI, sebab lagi-lagi teringat bahwa aku pernah punya tanaman ini namun gak kurawat huhu. Aroma daun Torbangun ini khas banget. Kandungan dalam Daun Torbangun, meningkatkan ASI 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu, masyaAllah.

 
Oiya Herba Asimor juga ada kandungan Striatin , ikan gabus yang dipercaya dapat menyembuhkan luka pasca melahirkan, mempercepat pemulihan kekuatan Mamsi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Gak hanya itu saja manfaat dari Ikan Gabus, kandungan proteinnya yang tinggi dapat jadi sumber nutrisi baik bagi ibu maupun kualitas ASI untuk bayi. 


Sudahlah praktis eh komplit pula ya si Herba Asimor ini ya Mamsi, bahagianya ASI lancar, bayi kenyang hehe. 


Satu pesanku sih, sebanyak dan sehebat apapun pelancar ASI yang Mamsi konsumsi, jika bayi gak menyusui langsung dari payudara, yakinlah pabrik ASI pasti akan tutup huhu.  


Kemasan Herba Asimor

Herba Asimor dikemas dalam kotak berisi 5 strip dengan 6 kaplet salut selaput pada tiap stripnya. 

Diminum dua kali sehari. Kapletnya berwarna hijau.

 
 
 
 


Reaksi Saat Konsumsi Herba Asimor

Reaksinya ya ASI lancar setelah 2 hari konsumsi Herba Asimor, hal ini mendukung dan membantu banget para pejuang kASIh. Alhamdulillah. Selain itu bayiku pun tampak puas, lebih cepat kenyang, tidurnya pulas.


Oiya,  di aku gak ada reaksi alergi dari fraksi bioaktif Striatin atau ikan gabus yang terkandung dalam Herba Asimor.


Di mulut juga biasa aja, pun tidak ada masalah susah poop selama konsumsi Herba Asimor selama 3 hari ini, aman.


Produk yang warna brand didominasi white pink ini halal insyaAllah, sudah ada logo halal MUI.


Harga Herba Asimor

Dengan kualitas produk alami, diproses secara teknologi tinggi, bukan berarti menjadikan harga Herba Asimor selangit, dan menurutku cukup terjangkau. 


Oiya sebagai info nih untuk para Mamsi yang berminat membeli Herba Asimor, lagi ada diskon 10% dengan pembelian di Shopee dan jangan lupa masukkan kode GOAPMOMS.


Selamat berbelanja dan mengASIhi! 


Herba Asimor Dukung Pekan ASI Menyusui Sedunia Tahun 2020


Tahukah Mamsi ? ternyata pada tanggal 1 sampai 7 Agustus lalu, dunia memperingati Pekan ASI Menyusui atau World Breastfeeding Week 2020 yang bertemakan Support breastfeeding for healthier planet.


Peringatan tersebut tentu saja dirayakan oleh Herba Asimor dong yang mendukung banget serba serbi ASI. Dunia semakin mengakui manfaat menyusui karena sekitar 820000 anak di dunia tiap tahunnya selamat lewat menyusui. 


Maka, WHO dan UNICEF gencar banget menghimbau pemerintah pada masing-masing negara untuk melindungi dan memberikan akses pada Mamsi untuk menyusui dan mendampingi melalui konseling juga edukasi. 


Terkait dengan tema tahun ini aku mau berbagi info dari Instagram aimibabel tentang fakta menyusui bagi bumi.


1.    Menyusui mengurangi laju global warming, sebab kita turut mengurangi pemakaian produk susu komersil yang menyumbangkan sekitar 30% dari gas rumah kaca global, waduh pantesan bumi makin panas ya huhu, yuk ah menyusui ajah.


2.    Menyusui mengurangi polusi udara di bumi. Bila semua bayi di Inggris diberikan ASI saja selama 6 bulan, maka pengurangan emisi karbon yang terjadi sama dengan menghilangkan 50000-77500 mobil dari jalan selama setahun. 


3.    Menyusui mengurangi limbah yang sulit terurai. Menyusui menghilangkan potensi sampah dari 550 juta kaleng susu, terdiri dari 86000 ton logam dan 364000 ton kertas tiap tahunnya.
Dengan menyusui, bumi dan anak kita jadi sehat, sebab menyusui itu ramah kantong juga ramli, ramah lingkungan. 


Hayuk Mamsi ataupun calon Mamsi, persiapan menyusui sejatinya sama dengan persiapan hamil dan melahirkan, kayak persiapan perang gitu deh, sehingga menyiapkannya memang harus dengan bekal ilmu, sehingga Mamsi menjadi pejuang kASIh yang berdaya, apalagi sekarang ada banyak media belajar seperti Instagram, komunitas menyusui juga bertaburan, tinggal kitanya aja nih mau belajar atau gak. 


Menyusui itu simple dan murah kok, kepikiran gak sih para Mamsi di daerah pedalaman, pasti mereka gak kenal Herba Asimor, pompa ASI, dan segala printilan ASI yang muahhal muahhal ituh, tapi mereka bisa menyusui loh.


Menyusui itu bagian dari peradaban manusia.


Semoga bermanfaat dan semangat MengASIhi ya para Mamsi! 



Thursday, May 31, 2018

Mempersiapkan Generasi Cekatan, Perhatikan Perkembangan Holistik Anak


“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka...” ( QS. An-Nisa : 9 )

Penggalan ayat Qur’an di atas menjadi salahsatu pegangan dalam mengasuh, merawat dan mendidik anak kami di rumah. Mewariskan anak atau generasi yang lemah merupakan awal kehancuran sebuah bangsa.

Lemah disini tak sekadar fisik tapi jiwanya. Anak dengan fisik bagus bila jiwa tidak sehat, penuh kerakusan dalam diri, tidak takut dosa, dan berakhlak buruk, maka akan dibawa kemana kelak negara ini? Aku saja tidak sanggup membayangkannya huhu.

Nah, daripada kita sibuk mengkhawatirkan sesuatu yang belum saja dan semoga jangan sampai terjadi, yuk kita siapkan anak-anak agar bisa menjadi generasi cekatan!

Generasi Cekatan?

Perkembangan teknologi hari ini yang menawarkan segala sesuatu tersedia dengan instan menjadi bukti bahwa ke depan penduduk suatu negara dituntut untuk serba cepat dan cekatan, kalau tidak maka akan tertinggal.

Tentunya untuk mempersiapkan generasi cekatan ini harus punya ilmunya dong, sebab rice cooker baru aja ada petunjuk pengoperasiannya, masak mendidik anak justru berdasarkan pengalaman masa lalu saat kita diasuh orangtua, pastinya udah gak cocok lagi.

Mendung menggelayut di langit Medan, aku sibuk belanja bumbu rendang sampai dua kali balik warung wkwkw. Dari rencana masak daging dua kilo naik menjadi 4 kilo, masyaAllah. Padahal awal puasa baru pandai masak rendang sekilo daging, lah ini berani ambil tawaran buat bantu masak rendang untuk daging 4 kilo, ssoook pateeenn, hihi.

Semua ini dilakukan buat event komunitas parenting yang aku dan Nisa jadi anggota di dalamnya. Nah rencana masak rendang adalah bagian dari sedekah untuk anak-anak yatim pada acara bukber esoknya.

Alhamdulillah kelar masak rendang baru deh cus barengan ke event Sustagen, pada Sabtu, 26 Mei 2018 di Ministro jam 4 sore. Siapkan Generasi Cekatan Bersama Sustagen, begitu judul sharing session dan bukber event sore itu. Wah menarik banget pikirku.

Aku seperti tahu lokasi Ministro tapi kapan, ternyata aku pernah kesini hehe. Jadi sebaik masuk ke dalam Ministro, Aku dan Nisa langsung registrasi dan diminta foto di booth. Pas banget mumpung ada abang-abang yang jago foto, langsung aja minta tolong fotokan pake hapeku.

Taraaa inilah hotd kadang suka mati gaya kalo diminta foto dadakan begini tapi ya sudahlah,


Sepertinya acara belum dimulai, berhubung belum sholat ashar, maka aku pun sholat ashar terlebih dahulu, Alhamdulillah di Ministro disediakan musholla loh.

Usai sholat ashar, kemudian aku segera ambil foto suasana event, buat bekal bahan liputan di blog dan juga berpartisipasi dalam challenge yang diadakan Sustagen juga, dan apakah aku menang? Ntar aku kasi tau di ujung tulisan ya hehe.




Jam setelah lima lewat dikit acara dibuka oleh MC kondang, Mb Mika, nama dan suaranya seperti gak asing buat anak radio kayak akuh hihi, dan usut punya usut ternyata Mb Mika ini sepupuan sama suami ibu aku dari nenek nomor 5, bingung? Gak apa bingung tanda bahwa artinya kita belajar.

Tanpa berlama-lama Mb Mika buka acara dan menyapa Buibu yang hadir berdress code biru-biru, maka dipersilahkan kepada dr. Adi untuk menyampaikan tentang perkembangan holistik anak.

Nah loh istilah apalagi tu perkembangan holistik anak?

Cus kita bahas,

Perkembangan Holistik Anak Perlu Peran Orangtua dan Nutrisi

Senangnya kalo sharing session itu dihadari oleh pakarnya, nah kali ini pembahasan perkembangan holistik anak menghadirkan dr. M.Lazuardi Nasja Putra.


Jadi, apakah perkembangan holistik atau holistic development?

Perkembangan holistik adalah perkembangan manusia secara keseluruhan baik faktor emosional, intelektual, motorik dan komunikasi.

Kalau dijembrengkan, emosional terkait perasaan anak, seperti menangis, tertawa, kecewa, bahagia dll. Intelektual berhubungan dengan kemampuan berpikir anak, motorik erat kaitannya dengan gerakan, baik yang memerlukan otot besar maupun persoalan mengenggam, meraih dll, dan terakhir kemampuan berkomunikasi anak.

Dalam perkembangan manusia, orangtua tidak bisa fokus pada satu perkembangan saja, keseluruhan perkembangan tersebut normalnya harus berjalan seiring sejalan.

Lebih lanjut dr. Adi menjelaskan, hal yang diperlukan agar perkembangan holistik anak kita tercapai?

Pertama sekali, perkembangan otaknya harus optimal. Kedua, tubuh sehat dan tidak gampang sakit, dan Ketiga, tumbuh kembang yang baik.

Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Anak

Karena kita fokus pada tumbuh kembangnya, maka ada 5 hal yang mempengaruhi perkembangan anak,


Nah dari kelima hal ini, dr. Adi fokus pada pengaruh asuhan orangtua yakni stimulasi dan nutrisi. Faktor seperti genetik, tentu gak bisa kita kendalikan, tapi kalau faktor masa kehamilan dan pengaruh luar, masih bisa deh kita kendalikan.

Faktor saat masa kehamilan, dari beberapa seminar yang aku hadiri, para dokter selalu bilang, hamil lah dengan bahagia, artinya jaga pola makan dengan tekad kuat agar perkembangan janin seperti yang kita harapkan, rajin kontrol, perbanyak pengetahuan seputar kehamilan dan pengasuhan anak, serta beribadah dan baca Qur’an. Hal itu berlaku juga bagi pasangannya, yakni suami, jadi bersama melakukan yang terbaik, demi si buah hati.

Kalau faktor luar, seperti asap rokok atau lingkungan yang tidak mendukung, mestilah kita ambil langkah tegas, agar tidak menyesal. Sebab lebih mudah mencegah daripada kelak melahirkan bayi yang diketahui telah memiliki masalah sejak ia berada dalam janin, tentu proses pengobatan ketika lahir, lebih berat.

Dengan gaya dr. Adi yang santai, sharing session jadi gak berasa, maunya buka puasa agak diundur ke waktu Indonesia bagian Australia gitu wkwkw

Lalu, apa saja stimulasi atau faktor asuhan orang tua yang dapat dilakukan sehingga mempengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh?

Stimulasi

Pada dasarnya stimulasi adalah erat kaitannya dengan bermain. Sesederhana itu kan maknanya, BERMAIN. Bagi anak, bermain merupakan sesuatu yang serius, buktinya anak kalau lagi main kita ganggu pasti ngamuk wkwkw, nah bagi kita orangtuanya, bermain seperti something waste the time T_T sehingga pengasuhan sepenuhnya diserahkan pada guru PAUD, TK dan SD. Trus ntar mau pahala jariyah gak sampai pada orangtua? Malah sampe pada guru PAUDnya? Sedangkan yang punya anak siapa? MasyaAllah, huhuhu, ketabok dah ya gue.

Untuk melakukan stimulasi sebenarnya gak perlu yang ribet apalagi untuk anak usia 0-2 tahun. Tubuh orang tuanya adalah objek bermain yang menyenangkan, bahkan dapat jadi bekal memori indah kelak yang akan disimpan dan dibawa anak ketika dewasa, dia akan mengingat dan mengenang betapa spesialnya ia memiliki orangtua yang begitu menyayanginya *_* aku pernah membahasnya disini,

Baca : Bahkan Memberikan Anak Mainan, Ada Ilmunya

Stimulus Kognitif

Kognitif yakni berhubungan dengan kemampuan berpikir. Seringkali orangtua bingung harus apa dengan bayi 0 bulan. MasyaAllah bahkan dari sejak pilih calon bapake atau mamake anak kita sebenarnya bagian dari stimulasi loh.

Tentu buanyak banget stimulasi kognitif yang bisa dilakukan sejak anak 0 bulan. Kalau kata ahli tumbuh kembang anak. Jadilah orangtua yang gila di 2 tahun pertama kehidupan anak. Maksudnya, rajin ngobrol dengan anak, ngobrol ya Mak bukan curhat wkwkw. Bertindak kayak badut, menyambut anak seperti menyambut artis ternama, pasang senyum lebar dan mata berbinar ketika bersama anak.

Jadi anak gak kita ajak bengong, meskipun sekilas ia tampak tidak mengerti, tapi Allah menciptakan anak kita punya jiwa bukan robot, sehingga apapun yang kita bicarakan dan lakukan, sejatinya anak sedang merekam, children see, children do.

Stimulasi seperti apa yang bisa kita lakukan untuk melatih kemampuan kognitif anak?

-    Tunjuk gambar dan fungsi

‘Adek, ini namanya mobil, lihat itu ada ban, bentuknya bulat, ia dapat berputar...bla bla’

Pokoknya obrolin apa saja terkait mobil, bentuk, warna, fungsi, everything! Sampai sini aja udah ngerasa bak orang gila belum sih wkwkw.

Ketika anak merangkak lalu menyentuh stop kontak. Plis Ayah Bunda jangan panik, angkat anak menjauh dari tempat tersebut, lalu jelaskan secara sederhana tentang stop kontak dan bahayanya kemudian ajak ke tempat main yang lebih aman.

Dengan begitu kita tetap menjaga rasa ingin tahu anak, bukan memadamkannya dengan kepanikan kita yang gak jelas itu. Kayaknya teori gampang ya, hehe meskipun begitu, Ayah Bunda pasti bisa!

-    Memperhatikan bagian benda
-    Mengenal warna
-    Bermain puzzle

Stimulasi Motorik Halus

Motorik halus adalah kemampuan keterampilan fisik yang mengandalkan otot kecil. Apa saja stimulasinya ?

-    Menggunakan tangan untuk memegang benda besar dan kecil

Untuk bayi 0 bulan, amati gerakan tangannya yang membuka dan menutup. Nah tentu untuk mengamati gerakan ini tidak bisa dilakukan dari menerawang melalui sarung tangan bayi. Maka, bayi milenial tidak disarankan lagi disarungi tangannya dan dibedong, mungkin untuk dibawa keluar rumah agar gak terlalu kena angin ya bisalah ya dipakaikan, lah kalau di rumah mending gak usah, hehe.

Waspada jika bayi 0 – 3 bulan bermasalah ketika mengenggam jari jemari Ayah Bunda, karena dapat didiagnosa ada masalah dengan sarafnya. Observasi lebih lanjut, agar bisa disikapi sedini mungkin.

-    Memegang pensil

Hindari mengintervensi anak tentang bagaimana cara memegang pensil ala orang dewasa. Ingat anak kita hidupnya baru 2 tahun atau dibawahnya, ya kali dari janin langsung bisa pegang pensil, hehe, bayi ajaib dong.

Berilah pensil dengan desain seperti spidol, sehingga anak belajar memegang pensil saja sudah bagian dari stimulasi, selebihnya anak akan meniru orang dewasa bagaimana memegang pensil dengan benar.

-    Membalik lembaran buku

Sekarang mah jadi orangtua enaaak banget, ada banyak fasilitas yang mendukung stimulasi. Kalau khawatir buku dikoyak bayi, ada buku kain, sehingga anak selain belajar mendengarkan cerita bentuk dan warna dari buku, juga berlatih membalikkan buku, agar kelak gak bingung gimana balikin buku sebab selama ini distimulus pakai gadget canggih sehingga taunya, tap sana tap sini. Lagian juga, anak 0-2 tahun disarankan jauh dari segala bentuk layar.

Stimulasi Sosial

Stimulasi ini dilakukan agar anak tidak menjadi pribadi penakut kepada semua orang. Tapi anakku aja diajak ciluk ba sedari bayi tetap aja bertahap untuk tidak takut tiap kali Oma Opa nya datang berkunjung wkwkw, baru akrab saat usia di atas 1 tahun. Beda anak, beda stimulasinya ya kan Ayah Bunda!

Hal yang dapat dilakukan untuk melatih kemampuan sosial anak :

-    Bermain ciluk ba atau petak umpet

Jangan dikira anak yang belum bisa jalan gak bisa diajak main petak umpet, bisa banget lah. Oleh dr. Adi, main petak umpet dilakukan Ayah Bundanya dong! Kayak mana dok? Apakah Ayah Bunda bermain trus anak menonton? Wkwk

Gak gitu juga sih, itu mah hanya dalam imajiku saja bahaha, kata dr. Adi, ayah gendong anak, lalu bersama bermain petak umpet bersama Bunda, ayah berpura-pura mencari Bunda, Bunda tentu berbelanja eh bersembunyi maksudnya hihi.

-    Beri kesempatan melakukan hal-hal tertentu sendiri

Nah stimulasi yang ini mengajarkan anak kemampuan mengambil keputusan sendiri. Kalau anakku, sudah kuajak untuk kesempatan memutuskan sendiri itu saat sudah bisa bicara dua arah.

Tentang mau pakai baju apa hari ini, mau mandi sama siapa pagi ini, dll. Beri pilihan dua saja. Kemudian pilihan tidak berupa yes or no, tapi pilihan yang mau gak mau harus dipilih anak.

Misal, ketika anak ngambek gak mau mandi, tujuan utama tetap harus mandi, sehingga pilihan bukan mau mandi atau tidak, ‘jadi, abang mau mandi sama bunda atau ayah?’, dengan begitu anak tetap mandi, tapi anak diajak memilih pagi ini ia senangnya mandi sama bunda atau ayah, beri kesempatan ia memilih.

-    Toilet Training

Well, toilet training ini something hard buat aku haha, gak kelar-kelar walau sudah di sounding sejak usia Khalil 14 bulan, sampai sekarang 32 bulan. Beda anak beda stimulasinya, tapi tujuan tetap sama, anak lepas ketergantungan pospak, huhu. Semangat Maaak!

Stimulasi Bicara dan Bahasa

-    Memperkenalkan nama anak, nama orang sekitar, dimana anak tinggal, all about anak. Pada stimulasi ini ia belajar kenal dengan dirinya sendiri.

Dengan begitu ia belajar menemukan jati diri. Idealnya, jati diri diajarkan sejak dini, sehingga ketika baligh, pencarian jati diri udah selesai, bukan sebaliknya! Sehingga yang sekarang terjadi banyak anak kita jadi generasi galau, stuck diurusan mencari jati diri, huhu! Sudahlah galau, gak cekatan pula, dududu

-    Memberi perintah sederhana

Perintah sederhana ya Ayah Bunda bukan jatuhnya mengeksploitasi anak,hehe. Seperti meminta anak untuk buang sampah pada tempatnya, meletakkan piring makan dan minum sendiri jika sudah selesai, dan hal sederhana lainnya.

-    Menunjukkan gambar

Stimulasi Motorik Kasar

 -    Beri anak keleluasaan bergerak. Oleh pakar tumbuh kembang, rumah yang ramah balita adalah yang minim furnitur. Anak memerlukan ruangan leluasa untuk bergerak dan bereksplorasi.

Hindari menggendong anak terlalu sering, beri kesempatan anak untuk menggerakkan badannya. Sekarang banyak desain playmat yang kece-kece dan aman banget buat anak. Saran aku sih, investasi ketika punya bayi, selain investasikan uang dengan membelikan makanan yang bergizi untuk otak, beli juga sarana yang mendukung tumbuh kembang seperti playmat yang lebar dan luas, serta buku-buku anak. Untuk investasi tas branded tahan dulu Mak!

-    Hindari pemakaian Baby Walker. Berhubung aku mamah muda, waktu itu pemahaman ku belum sampai ke penggunaan baby walker. Mamaku yang masih pakai prinsip pengasuhan ala dia dulu, aku disarankan beli baby walker. Sebaiknya jangan, lebih baik untuk stimulus anak pandai berjalan, ada desain alat namanya push walker, coba gugling deh ^^

-    Pastikan tempat bermain anak kita aman dan nyaman.

Lebih jelasnya Ayah Bunda bisa googling tahapab tumbuh kembang anak dan stimulasinya, ada buanyak infonya 😍

Nutrisi

Pada pembahasan tentang nutrisi, dr. Adi mengawali dengan sebuah info bahwa sekarang sudah tidak berlaku lagi istilah 4 Sehat 5 Sempurna, tapi diganti dengan istilah Gizi Cukup Seimbang.


Bagaimana pola makan yang baik agar terpenuhi gizi cukup seimbang?

-    Makanlah berbagai jenis makanan baik yang mengandung makro dan mikronutrien. Nah pola makan ibu ketika hamil mempengaruhi pola makan janin, jika si ibu suka makan sayur, biasanya anak juga turut makan sayur.

-    Pelihara pertumbuhan normal anak dengan diet sesuai dan awasi perkembangannya secara reguler.

Oleh dr. Adi disarankan bila pergi ke fasilitas kesehatan anak, pastikan kartu KMS anak dibawa, lalu cek berat badan anak, tinggi badan dan lingkar kepala.

Berikut nutrisi untuk perkembangan holistik anak :


Thanks berat untuk informasi berharganya dr. Adi , abis ini peserta bersiap-siap untuk tanya jawab dan konsultasi gratis langsung ke dr. Adi hehe tapi tentunya usai sesi dari Mba Rani.

Siapkan Generasi Cekatan Bersama Sustagen

Berikutnya adalah sesi Mb Rani Indrasari, selaku Brand Manager Sustagen. Mba Rani tampil simpel, santai dan manis dengan kerudung biru dongker, kemeja biru langit
serta celana panjang hitam.



Sebelum memulai pembahasan, Mb Rani inisiatif buat kuis dengan pertanyaan, istilah apa yang menggantikan 4 sehat 5 sempurna?

Dengan cekatan aku yang berada duduk paling depan langsung angkat tangan. Alhamdulillah dapat gudibek isinya produk Sustagen 3+ hehe.

Pada kesempatan tersebut Mb Rani menyampaikan informasi tentang nutrisi tambahan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh yakni dengan minum susu, seperti Sustagen.

Sustagen adalah susu pertumbuhan yang didalam kandungannya mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, sehingga untuk mewujudkan generasi CEKATAN bukan hal yang mustahil.

Selain cekatan dalam makna sebenarnya yakni ligat, gesit, cepat tanggap, responsif, namun generasi cekatan yang diusung Sustagen merupakan singkatan dari generasi yang,



Lebih lanjut terang Mb Rani, agar tumbuh kembang si kecil jadi tambah CEKATAN, disarankan untuk minum Sustagen 2x sehari lalu makan 3x sehari seperti petunjuk gizi cukup seimbang dalam diagram segitiga, dan didukung dengan stimulasi yang tepat pastinya.

Varian Sustagen Sesuai Usia Anak

Sebelum sesi Mb Rani berakhir, peserta dijanjikan bahwa ketika buka puasa nanti kita bisa icip-icip susu Sustagen yang vanila, rasanya dijamin lezat dan lemak banget.

Adapun varian Sustagen tersedia dalam dua rasa, madu dan vanilla. Kalau varian yang sesuai usia, ada Junior 1+, Kid 3+ dan School 6+. Untuk isinya, ada tersedia yang 350 gr, 800gr, bahkan 1200 gr.

Dan beneran pas nyobain yang rasa vanilla, masyaAllah lezat rasanya *_*

More info tentang Sustagen, cus ke sini ya Ayah Bunda ^^



Alhamdulillah semua sesi sudah berjalan, saatnya sesi tanya jawab. Sebelum sesi tanya jawab, Mb Mika ngadain kuis ternyata, aku yang mau jawab lagi gak boleh bahaha.

Ketika masuk sesi tanya jawab, para peserta begitu antusias. Berikut aku rangkum tanya jawabnya yah,

Q&A Sharing Session with Dr. Adi dan Mb Rani

 Q : Anak usia 8 tahun, mengalami gigi karies sehingga menganggu dan menyebabkan anak sulit makan

A : Oleh dr. Adi dijawab begini, berarti orangtua sudah tau masalah anaknya susah makan dimana yakni pada gigi yang karies. Oleh dr. Adi disarankan periksa lebih lanjut ke dokter gigi. Berhubung usia anak masih muda, jika gigi masih bisa dipertahankan, maka pertahankan dengan cara menambal saja.

Q : Bagaimana dengan berat badan anak yang jauh dari ideal ?

A : Kita tidak bisa menafikan sepenuhnya keberadaan sufor. Selain ASI eksklusif yang merupakan hak bayi, namun bila terjadi kasus yang lain sehingga mengganggu tumbuh kembang anak, sufor menjadi solusi untuk menambah massa berat badan anak.

Kartu Menuju Sehat penting sekali dipelajari orangtua sebagai media monitor sudah sampai mana tahap perkembangan anak, jika dibawah garis hijau, jangan tunggu lagi, segera dikejar, jangan kasi kendor, gempur dengan asupan nutrisi yang cukup dan bergizi tinggi.

Q : Saran untuk Bunda yang bayinya sebentar lagi masuk masa MPASI?

A : Prinsip MPASI adalah memperkenalkan semua jenis makanan termasuk sayur dan buah. Awali dengan tekstur makanan yang lembut seperti puree buah.

Q: Apakah Sustagen bisa jadi solusi untuk anak yang alergi protein susu sapi?

A : Berdasarkan keterangan Mb Rani, Sustagen sendiri bahan dasarnya adalah susu sapi, jika anak alergi susu sapi, sebaiknya cari produk lain selain Sustagen. Sedangkan jawaban dr. Adi, sebagai berikut, yang menentukan anak alergi protein susu sapi bukan orangtua tapi ditentukan dan dipastikan oleh dokter. Nah, carilah susu yang proteinnya sudah dihidrolisasi atau dipecah-pecah sehingga anak mampu mencernanya.

Q : Keponakan usia 4 tahun, hobi makan tapi berat badan segitu gitu aja?

A : Kadang aktifitas anak mempengaruhi bagaimana makanan berproses dalam tubuhnya. Jika sudah begitu, jika aktifitasnya tinggi, barengi dengan nutrisi yang tinggi lemak dan karbohidrat.

Q : Bagaimana menghadapi anak yang picky eater?

A  : Sejatinya anak sudah kenal rasa sejak usia 4 bulan. Dan wajar jika terjadi kondisi anak pilih-pilih makanan. Nah oleh dr. Adi, disinilah momen mengajarkan disiplin makan pada anak. Sediakan 2 jenis makanan, bila anak tidak mau makan, namun pilihan makanan ada dua, jika ia tidak makan maka tubuh akan lemas dan tak bertenaga. Dengan cara disiplin begini, anak jadi belajar untuk makan apa adanya. Solusi yang lain adalah emak harus kreatif dengan menyediakan makanan ala-ala bento. Masalahnya pak dokter, emaknya yang malas haha, aku banget.

Q: Bagaimana dengan anak yang melewati tahap perkembangannya, seperti merangkak, apakah akan berefek anak menjadi autis?

A: Tidak ada hubungannya dengan autis. Sebenarnya, penyebab anak tidak mau merangkak ya karena orangtua kurang stimulus, anak kebanyakan digendong, tidak diberi keleluasan bergerak.

Khalil adalah anak yang melewati masa merangkaknya, dia trauma telungkup konon lagi merangkak, akhirnya sebelum pandai jalan, ia melewati masa merangkak dengan ngesot, nah daripada aku stres ngadepin anak yang gak mau merangkak, maka aku fokuskan untuk melatih kemampuan ngesotnya. Ketika kaki sudah kuat berjalan, tahap merangkak aku kenalkan lagi, kita buat permainan lomba merangkak, pokoknya segala stimulus yang melatih gerak otot kaki dia deh. Beberapa bulan lalu, Khalil bahkan belum bisa melompat, tapi dengan terus distimulus, Khalil pun bisa melompat, yeay ^^

Tak terasa sharing session dengan Sustagen di Sabtu sore begitu berfaedah,  bedug tanda maghrib dan berbuka telah bergemaBe rgen' peserta khusyuk mengakhiri puasa pada 10 Ramadhan 1439 H.

Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda dan anak kita selalu menang di tiap tantangan!


Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak

Assalamualaykum Bunda,  Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...