Sunday, January 14, 2018

Belajar Angka, Huruf dan Pengenalan Warna Sendiri

Memiliki anak usia 2 tahun, tiada hari tanpa takjub ayah dan bunda dibuatnya. Beberapa bulan belakangan tanpa disuruh belajar angka dan huruf oleh saya, Khalil tanpa sadar seolah belajar sendiri.

Dulu waktu bayi sering diperdengarkan nyanyian ABCD, namun akhir-akhir ini Bunda lebih sering solawat sebagai lagu andalan jelang bobok siang wkwkw.

Mungkin itu kali ya terekam oleh Khalil. Semua huruf dan angka yang ia lihat pasti dia akan otomatis melagukan ABCD ala Khalil.

Suatu hari, Bunda mengajak Khalil ke rumah unyang naik gocar. Nah sepanjang jalan ngoceeeeh mulu, selain Khalil tertantang untuk mencari bangunan masjid sepanjang jalan tetiba ketika mobil berhenti di lampu merah yang di sebelah jalan berjejer toko dengan plang nama gede-gede eh tiba-tiba Khalil bersenandung ABCD, mungkin niatnya mau baca, tapi karena belum ngerti menyambungkan huruf, maka semua huruf yang berjejer rapi adalah alfabet. MasyaAllah Khalil hihi, terkadang Bunda sampai ngikik sendiri.

Selain huruf, Khalil juga belajar angka sendiri, entah darimana dan perasaan Bunda gak ada mengajarkan angka secara khusus tapi memang, setiap kali berbicara, Bunda ada menyisipkan pesan matematika di dalamnya, seperti saat bermain tebak-tebakan jumlah pancaindera Khalil, atau saat baca buku bergambar, Bunda pasti akan bertanya, ada berapa apelnya, Nak? Nah bisa jadi Khalil kenal angka dari permainan kami sehari-hari.

Belajar matematika juga tidak dari buku saja, orang di rumah juga suka menggunakan media jari untuk mengenalkan Khalil dengan angka. Ditambah lagi Bunda baru beli puzzle kayu huruf dan angka ^^ jadinya Khalil makin kenal deh dengan angka dan huruf.

Oiya, Bunda juga memperkenalkan huruf hijaiyah ^^ Bunda sampai beli buku Happy Hijaiyah dan berbonus poster lucu pula, jadi makin kenal deh huruf hijaiyah. Kita juga sering menyanyikan huruf hijaiyah.

Jadi pengenalan angka,huruf baik alfabet dan hijaiyah serta warna kepada Khalil, dari sekarang Bunda cicil dengan cara ngobrol dan permainan serta kegiatan sehari-hari. Pokoknya kalau Khalil bertanya ini apa? Pasti Bunda bakal tanya balik, ada berapa ini Nak? Warnanya apa? bla...bla, pun ujung-ujungnya Khalil juga muakin buanyak nanya, yang kadang nanyanya beruntun gitu -_-" wkwkw

Ah, masyaAllah tabarokallah, Khalil senang belajar ya Nak! Ayah Bunda juga jadi semangat mengajarkan Khalil hal apa saja yang ingin dan harus Khalil ketahui.

Thursday, January 11, 2018

Khalil dan Perkataan Tidak Baik

"ANJING lah kau Din"

Entah perkara apa yang terjadi sehingga Etek Puput nya Khalil mengeluarkan kata tidak baik. Tentang kata tidak baik sering didengar Khalil, karena memang lingkungan yang sulit sekali diubah. Akhirnya daripada aku tertekan karena lelah mengingatkan mereka, maka aku lebih memilih menguatkan dan mengingatkan Khalil.

Suatu pagi, saat itu aku sedang rempong menyiapkan segala keperluan si ayah untuk pergi kerja. Dan terdengarlah dari dapur perkataan tidak baik itu. Khalil sedang duduk anteng bermain lego di teras rumah.

Mendengar perkataan tersebut, Khalil langsung respon begini,

'No bilang anjing anjing ya Tek Puput'

'Tidak sopan, tidak boleh'

'Minta Maaf!'

Aku mendengar apa yang disampaikan Khalil, terharu, ya Allah terima kasih, terima kasih *_* Mau tak mau eteknya pun minta maaf.

'Minta maaf ya Din'

Aku dan suami sadar bahwa tidak selamanya akan mendampingi Khalil, maka penting sekali diasah kecerdasan emosi yang ruang lingkupnya juga berhubungan dengan mampu mengenali emosi orang lain.

Semoga konsisten dan komitmen. Pun terkadang Khalil jadi pengingat kami untuk selalu on the track pada fitrah manusia serta pedoman Al Qur'an dan Sunnah. Aamiin ya Rabb

Wednesday, January 10, 2018

Panjat Meja Demi Meraih HP

Mungkin kalau aku tidak mempelajari ilmu mengenal anak dan segala karakternya, takkan terbuka mata ini melihat segala peristiwa saat seharian bersama si kecil. Dan betapa Allah Maha Besar menciptakan makhluk suci bernama anak yang di usia 2 tahun, perkembangan otaknya begitu pesat.

Beberapa waktu lalu, meja rias aku bersihkan jadi yang tadinya rame sekarang sudah mulai tambah rame maksudnya udah sedikit lebih baik dari sebelumnya, betapa selama ini aku banyak  menyimpan benda tak berguna huhu.

Nah, meja rias tempat aku dan suami meletakkan hape. Suatu sore jelang magrib, Khalil berlari ke kamar, grabak grubuk, masyaAllah ternyata dia sudah sampai ke atas meja rias. Padahal tidak ada kursi, yang menjadi dudukan kakinya adalah sudut tempat tidur, dan dia meraih apapun yang ada di atas meja untuk mengantarkannya ke atas meja. Parahnya ada cok sambung di atas meja dan aktif, Allah masih melindungi anakku.

Aku yang tertidur di ruang depan, langsung lompat mendengar teriakan adikku yang  melihat aksi Khalil. Kejadian sebelumnya masih ada si ayah, si ayah menantang Khalil untuk naik ke meja tanpa bantuan. Dan berhasil.

Aku dan suami memang selalu menantang Khalil bila ada masalah yang dialaminya, kalau sudah sampai nangis kenceng pun kami tetap memintanya untuk sabar dan tenang, jika ia meminta bantuan, baru kami akan menolongnya.

Semangat ya anak Ayah dan Bunda, berani hadapi tantangan, karena tidak ada yang masalah yang besar sebab ada Allah yang Maha Besar!




Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak

Assalamualaykum Bunda,  Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...