Assalamualaykum Ayah Bunda,
Pada tanggal 23 September 2018, tampil sebagai kelompok berikutnya yang presentasi adalah kelompok 6 yeay.
Aku menjadi bagian kelompok 6, masih membahas tentang fitrah seksualitas anak dan ambil fokus tentang SSA dan LGBT.
Nah langsung aja aku share sekalian review buku yang aku jadikan bahan untuk materi presentasi kami,
Judul : Lo Gue Butuh Tau LGBT
Penulis : Sinyo
Penerbit : Gema Insani
Cetakan : II, Mei 2016
Beberapa tahun terakhir isu LGBT mencuat kembali. Berbagai gambar tentang fakta LGBT muncul di sosial media. Lelaki, macho, brewok tapi doyan pakai heels, atau fakta penyanyi berbakat Charice, perempuan yang memutuskan menjadi lelaki.
Semua fakta itu cukup memenuhi kepalaku, apa sih sebenarnya yang terjadi ? Kok bisa?
Syukurnya, di tengah kesakitan moral yang sedang berlangsung saat ini, mungkin tiap detiknya, masih banyak orang yang berjuang untuk memperbaiki dan mengajak pelaku yang ‘bingung’ tersebut untuk bertaubat. Salahsatunya Sinyo atau akrab dipanggil Kak Sinyo.
Kak Sinyo sejak tahun 2009 aktif membantu orang yang bermasalah dengan orientasi non-heteroseksual, baik langsung maupun tidak langsung, melalui yayasan Peduli Sahabat yang didirikannya. Hingga kini sudah banyak yang berhasil sembuh dan menjadi relawan.
Lo Gue Butuh Tau LGBT merupakan satu dari sekian banyak karyanya. Buku ini lahir dari banyaknya pertanyaan orangtua apakah ada buku khusus mengenai penjelasan LGBT bagi remaja?
Mengapa remaja? Sekarang pendidikan seks bukan hal tabu lagi untuk diketahui anak, demikian juga dengan remaja. Remaja adalah usia awal baligh yang pastinya sangat perlu informasi yang benar dan tepat sesuai ajaran Islam termasuk tentang LGBT.
Meskipun diperuntukkan untuk remaja, aku sendiri cukup menikmati membaca buku ini, bahkan sampai nyesek bacanya T_T
Terdiri dari 6 Bab dan 2 Suplemen serta Bonus Deteksi Dini Orientasi Seksual. Semua Bab diawali dengan kisah nyata, yang buat speechless.
Semoga bermanfaat ya Ayah Bunda!
Saturday, October 6, 2018
Friday, October 5, 2018
Hidupkan Fitrah Seksualitas Pada Anak Sejak Dini
Ketika kita kecil, pendidikan seks tampak tabu sekali sehingga kalaupun diajarkan hanya sekilas saja yang penting anak tahu bahwa ia lelaki atau perempuan, bahkan penyebutan untuk alat kelamin dan organ vital saja sering di’aneh-aneh’kan, betul apa betul?
Beruntung kelompok 2 mengangkat tema ini jadi fokus presentasi mereka di Bunda Sayang Game Level 11 ini pada 22 September 2018 lalu. Terkadang hal sederhana ini yakni membangkitkan fitrah seksualitas pada anak sejak dini sering terlewatkan oleh banyak orangtua.
Padahal ada banyak tantangan yang orangtua dan anak hadapi jika pemahaman tentang fitrah seksualitas sendiri gak selesai atau setengah-setengah:
Lalu bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak?
Setuju banget dengan pict tersebut, gak ada yang instan untuk mengajarkan seks pada anak, even mi instan aja harus diseduh dulu dengan air panas huhu.
Dan aku baru tahu ada fase seksualitas pada anak, terutama anak lelaki. Khalil sampai 3 tahun ini kadang masih suka ingin pegang PD Bunda -_-“ sesekali diingatkan bahwa ini aurat Bunda, tidak boleh disentuh.
Dan sekarang yang memusingkan adalah Khalil masuk fase phallic, suka pegang penisnya. Dan aku harus tegas, pict ini membantu sekali menjelaskan agar Khalil tidak sentuh kemaluannya.
Setelah presentasi kelompok 2 usai, muncul pertanyaan tentang penyebutan alat kelamin yang selalu di’aneh-anehkan’ penyebutannya.
Pernah dengar pemaparan Bunda Elly Risman, untuk alat kelamin, sebut dengan sebutan sebenarnya, dan jika merujuk pada Al Qur’an, disana Allah menyebutkan alat kelamin dengan ‘kemaluan laki-laki / kemaluan perempuan’ .
Sehingga itu yang aku terapkan pada Khalil, jadi sejak dini sudah dikenalkan dengan penyebutan benar tentang alat kelamin. Tidak ada lagi penyebutan ‘burung, titit’ , biasanya kalau Khalil mendengar penyebutan yang beda dia pasti bertanya, haha, dan lalu yang ditanya bingung jawabnya. Ya kali burung ada dikemaluan.
Pe er besar membangkitkan fitrah seksualitas pada Khalil ada menstimulus untuk tidur sendiri, sambil mengupayakan untuk membuatnya kamar sendiri hihi.
Lalu pe er yang lagi dikerjakan dan sedang berlangsung adalah membiasakan Khalil untuk menutup aurat sehabis mandi dan ketika akan berpakaian agar tidak berlarian kesana kemari. Jika terjadi tragedi lari-lari, aku langsung tangkap anaknya, dan meletakkan dengan lembut ke kamar dan kunci hihi. Lakukan dialog penuh cinta sampai dia mau pakai baju. Pintu terbuka jika dia pakai baju.
Berikut ada beberapa kegiatan yang bisa diterapkan di rumah dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada anak usia dini :
Ditambah sekarang ada banyak lagu yang membantu kampanye agar anak mulai sejak dini kenal dan menjaga anggota tubuh yang gak boleh disentuh dan dilihat. Videonya ada banyak di youtube.
Inilah ikhtiar kita dalam membekali anak-anak kita ya Ayah Bunda, semoga Allah selalu menjaga hati dan pikiran anak-anak kita, Aamiin!
Semoga Bermanfaat!
Bagaimana Menyembuhkan Fitrah Seksualitas Anak yang Terlanjur Tercederai?
Pada hari kedua, 21 September 2018 tiba saatnya kelompok 4 dari kelas Bunda Sayang di game level 11 tentang Fitrah Seksualitas Anak tampil.
Kali ini materi yang disajikan ala video gitu, ciamik dan kreatif hehe. Nah poin mendasar dari materi tetap peran mendasar Fitrah Seksualitas Anak terbangun adalah dari kedua orangtua, namun kadang hidup sering tidak berjalan seideal yang kita pikirkan atau jalani. Sehingga terkadang dominasi salahsatu orangtua membuat anak bingung akan identitasnya.
Seperti anak lelaki yang ketika kecil dominasi teman main perempuan begitu sebaliknya dan akhirnya membuat fitrah seksualitas anak terlanjut tercederai.
Untuk itu pada pembahasan dicatatanku ini aku ambil fokus bagaimana menyembuhkan fitrah seksualitas anak yang terlanjur tercederai.
Dan lalu dijawab oleh Bunda Yani yang memang bagian dari kelompok 4, jawabannya aku bintangin huhu.
Yang harus dilakukan orangtua bila fitrah seksualitas anak terlanjut tercederai adalah,
1. Tazkiyatun Nafs, orangtua menyadari kesalahannya, bertaubat, mohon ampun pada Allah dan lalu bersungguh-sungguh memperbaiki kesalahan.
2. Meminta maaf kepada anak karena kesalahan pola asuh selama ini. Dan sering-seringlah minta maaf kepada anak
3. Kemudian bersama mencari solusi terbaik untuk mendampingi anak agar kembali pada fitrahnya, apakah ke psikolog atau ustadz yang berkompeten dan dipercayai
4. Banyak berdoa, salahsatu doa yang makbul adalah doa orangtua.
5. Libatkan anak pada banyak kegiatan yang sesuai fitrah seksualitasnya
MasyaAllah sedih sebenarnya yah, seakan kalau kenyataan pahit itu sudah terjadi, ingin orangtua berandai untuk kembali ke masa dimana anak masih bisa diarahkan huhu.
Kemudian pertanyaan lain yang menarik lagi dan membuat berpikir adalah, Bagaimana menjelaskan kepada anak tentang fakta bahwa ada orang yang berpenampilan seperti perempuan padahal lelaki, begitu sebaliknya?
Aku pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini dan bukan fakta terkait fitrah seksualitas saja tapi juga, ketidaksamaan apa yang ia dapati dan pelajari di rumah kadang berbeda ketika anak melihat ke sekitarnya.
Jika sudah seperti itu, aku gak mau mengarang cerita, aku akan menjelaskan sesuai kenyataan namun pesannya masih bisa dipahami anak.
Aku akan jelaskan bahwa tidak ada yang ideal di muka bumi ini Nak. Lalu jelaskan juga bahwa perilaku om/tante itu salah dan ia sedang belajar berubah ke arah yang lebih baik, serta yang paling penting adalah tetap perlakukan dia seperti gender yang seharusnya.
Sedihnya, terkadang orang yang tidak mau diperlakukan sesuai gender ini malah marah bila dipanggil atau disapa dengan gender seharusnya. Kalau begitu senyumin aja dan tetap berbuat baik.
Semoga bermanfaat!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak
Assalamualaykum Bunda, Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...
-
Bismillah, Assalamualaykum, Mamsii, siapa disini yang bersikeras buanget buanget pasca melahirkan ingin melakukan IMD pada bayinya? ...
-
Assalamualaykum, Perkenalkan saya Bunda Khalil, emak sholehah (insyaAllah ) berkacatama dan baru dikaruniai satu putra. Domisili di Me...
-
Assalamualaykum, Melalui laman blog ini blogger menyatakan bahwa bundakhalil.blogspot.co.id adalah blog pribadi. Semua postingan berasal ...














