Saturday, November 25, 2017

Aliran Rasa Komunikasi Keluargaku

Sebenarnya pengen banget menuntaskan menulis 17 hari tapi ada banyak tantangannya huhu. Alhamdulillah bisa menjalankan yang wajib yakni menulis 10 hari meski gak berturut karena bablas tidur -_-`

Dulu waktu masih gadis punya impian bakal rutin menuliskan catatan harian tentang anak dan perkembangannya. Sempat berjalan rutin sejak pertama kali ketahuan hamil dan pas usia anak 5 bulan sejak itu mulai berhenti menulis. Nyesek banget. Setiap kali melihat buku itu, huwaaa muncul rasa bersalah.

Sepertinya aku memang harus menguatkan azzam untuk mulai rutin menulis ya HARUS!!! Karena nikmatnya aku rasakan sendiri, tetiba ada aja masa ketika pengen baca masa-masa hamil, rindu saat Khalil bayi-bayinya. Ya Allah, membaca catatan itu serasa dibalikkan lagi ke masa itu huhu.

Sekarang setelah mengikuti program komunikasi produktif ini, berasa diingatkan lagi untuk kegiatan menulis secara rutin walau gak banyak tapi rutin dan lagian nulisnya kan pakai mikir beda sama nge job review atau nge lomba #eh.

Dan selama masa menulis di blog ini, entah kenapa komunikasi kami di rumah jadi adem ayem, minim konflik, biasanya aku yang keras kepala kalau ada masalah haha. Pun memang aku sengaja mengirimkan materi komunikasi produktif itu ke suami berharap blio baca, walau pakai alasan 'Beb artikelnya aku titip di wasapmu dulu ya' Haha.

Dulu aku adalah orang yang kekeuh marekeuh bahwa suami juga harus tau dong ilmu parenting, dan aku jejelin lah dengan segala materi parenting, kadang aku ceramahin juga blio. Suatu hari aku sadar, aku lupa pas dimana itu aku sadar, kalau gak salah diskusi parenting juga di grup wasap, yang pada akhirnya membuat aku menerima.

Penerimaannya kayak gini, 'Bila suami belum mau terlibat dalam kegiatan pengasuhan anak meskipun segala cara sudah kita coba seperti merayunya untuk ikut seminar parenting, maka berdoalah supaya hatinya dilembutkan untuk itu'. Sesekali pernah juga naik sasakku saat suami tidak bisa diajak kerjasama menjaga anak, dan aku merepet kayak gini 'Yah, ini kan anak kita, buatnya berdua, aku sendiri yang jaga ya gak bisa, aku perlu kamu, sama-sama kita jaganya, gak bisa selamanya kita mengharap mamak untuk menjaga Khalil selagi aku masak'.

Dengan berada pada kondisi penerimaan itu, aku jadi lebih menikmati mengasuh Khalil ^^ Dan ilmu komunikasi produktif ini bener-bener aku pelajari, sangaaaattt, dengan punya ilmu berkomunikasi, aku jadi lebih memahami siapa lawan komunikasiku, lebih memahami suami dan anak serta keluarga. Jadi, dibawa slow aja sekarang, no heart feeling. Aku berhak happy. Begitu juga anakku ^^.

No comments:

Post a Comment

Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak

Assalamualaykum Bunda,  Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...