Nasibmu ya Nak punya Bunda yang deadliner garis keras huhu. Tapi, adanya deadline ini sebab beberapa minggu lalu adalah minggu yang sibuk, belum lagi minggu ini, masyaAllah.
Kondisinya adalah ternyata Khalil belum bisa main sendiri ketika emaknya dilanda kerjaan tulisan yang menumpuk *yaiyalah, namanya masih perlu perhatian emak*
Jadi merasa bersalah huhu. Maafkan Bunda hari ini ya Nak. Next Time, Bunda akan persiapkan mainan keren agar kamu bisa main sendiri meskipun Bunda ada di dekatmu tapi gak bisa diganggu karena serius menulis.
Tapi tadi ada kejadian seru, karena kepepet, Bunda terpaksa ambil foto produk saat Khalil belum tidur siang. Alhasil, foto produk untuk tulisan pesanan hari ini disponsori oleh kamu Nak sebagai model.
Awalnya penuh drama, Bunda perlu properti salahsatunya mainan Khalil eh Khalil gak izinin namun Bunda paksa haha, sampai kejar-kejaran kita tadi ya wkwkw. Pelan-pelan Khalil baru ikhlas izinin mainannya Bunda foto untuk properti. Trus ngambek lagi, namun Bunda rayu agar Khalil mau Bunda foto.
MasyaAllah, ini anak pandai ya bergaya candid camera, sok-sok an gak mau lihat camera smartphone gitu pas difoto dan Alhamdulillah hasilnya bagus ^^ Terimakasih ya Khalil. Ternyata seru ya foto-foto produk bareng Khalil.
Oya Bunda juga makasi banget udah ngertiin Bunda, sebab Bunda tadi harus tidur siang dan kamu main dengan tante-tantemu sampai tertidur juga walau tetap pakai drama, dramanya maksa pergi ke supermarket demi naik odong-odong langganan. Alhamdulillah terkabul pas sore hari tadi ya hehe.
Khalil ini sudah pandai menentukan keinginannya, kalau hendak ingin itu ya itu gitu, teguh pendirian, insyaAllah. Pun kalau ada nego, nego nya itu alot banget kalau sama Khalil -_-" calon duta besar ini untuk Palestina ya Nak, Aamin InsyaAllah.
Friday, December 15, 2017
Tentang Menutup Aurat Si Kecil
Meskipun lelaki, sejak dini si Khalil sudah sedang aku bangun konsep tentang menutup aurat. Mengingat akan kasus-kasus pelecehan anak yang tidak hanya dialami anak perempuan tapi juga anak lelaki yang marak terjadi pun memang konsep menutup aurat adalah kewajiban di dalam Islam.
Adapun praktek menutup aurat yang aku lakukan terhadap Khalil adalah,
1. Ketika drama pakai baju terjadi usai mandi, aku mencoba untuk tidak menakuti Khalil dengan konsep apapun yang gak masuk akal dan berefek membuatnya takut pada satu hal tapi aku selalu katakan padanya 'Khalil, Yuk Pakai Baju, Malu, nampak auratnya, nampak kemaluannya'. Itu pun masih belum ngerti kadang ajakanku dibalas dengan lelarian Khalil sana sini. Semacam menguji emaknya, 'kira-kira emak gue mau main kejar-kejaran gak ya?' >.<
2. Kadang ada satu waktu yang memaksaku mandi bersama Khalil, -_-" Ketika mandi aku dan ayahnya selalu pakai kain basahan, semoga dengan ini Khalil bisa belajar, 'Oh Ayah Bunda, mandi aja pun setidaknya menutup aurat'
3. Membiasakan Khalil untuk pee ke kamar mandi. Seringkali orang tua menyepelekan urusan ini, dengan ringannya orang tua menyuruh anaknya pee sembarangan tanpa susah cari kamar mandi dan ini kejadian ketika bepergian, bahkan ternyata gak terjadi pada anak lelaki juga pada anak perempuan, masyaAllah, fakta tersebut saya dapati ketika berjalan ke supermarket. Langsung deh saya alihkan perhatian Khalil..
4. Khalil belakangan suka nonton TV, tantangan ketika nonton TV adalah iklan yang tidak baik untuk pandangan anak berseliweran. Jika hal itu tampak olehnya, maka saya sering kali bilang 'Ish Nak, Ibu itu gak menutup aurat ya, gak pakai jilbab dia'. Tentang nonton TV ini pe er emaknya bangeeeet huhu. Emang sih yang ditontonnnya kartun anak, tapi jeda iklan ini kan gak bisa kita pilih. T_T
5. Lalu ketika di rumah atau siang hari, aku membiasakan diri memakai baju gamis lengkap dengan jilbab meski gerah tapi mau gimana lagi, rumahku tipe kebuka pintunya sepanjang hari huhu tapi syukurnya ada kekuatan kipas angin hehe. Nah, aku membiasakan Khalil untuk tidak melihat aurat ayah dan bundanya.
Jadi, ada kejadian lucu tentang pembelajaran menutup aurat ini, suatu hari usai cuci muka kaki dan tangan, persiapan mau tidur, Uci nya datang untuk menganggu. Belum lagi Uci nya mengucapkan apapun, Khalil bilang gini,
'Sana, Ci, Owi malu, tutup mulutnya'
Pecah ketawa aku dan ayahnya, Uci nya terpelongo
Maksud Khalil itu, tutup mata tapi salah bilang ingatnya tutup mulut >.< kadang Khalil suka tebalek-balek ngomong, mau bilang maju eh mundur, haha
MasyaAllah, Nak, semoga sampai dewasa ya konsep menutup aurat ini terpatri di hatimu. Semoga Allah selalu menjaga hati dan pikiranmu ya Nak! Aamiin ya Rabb.
Adapun praktek menutup aurat yang aku lakukan terhadap Khalil adalah,
1. Ketika drama pakai baju terjadi usai mandi, aku mencoba untuk tidak menakuti Khalil dengan konsep apapun yang gak masuk akal dan berefek membuatnya takut pada satu hal tapi aku selalu katakan padanya 'Khalil, Yuk Pakai Baju, Malu, nampak auratnya, nampak kemaluannya'. Itu pun masih belum ngerti kadang ajakanku dibalas dengan lelarian Khalil sana sini. Semacam menguji emaknya, 'kira-kira emak gue mau main kejar-kejaran gak ya?' >.<
2. Kadang ada satu waktu yang memaksaku mandi bersama Khalil, -_-" Ketika mandi aku dan ayahnya selalu pakai kain basahan, semoga dengan ini Khalil bisa belajar, 'Oh Ayah Bunda, mandi aja pun setidaknya menutup aurat'
3. Membiasakan Khalil untuk pee ke kamar mandi. Seringkali orang tua menyepelekan urusan ini, dengan ringannya orang tua menyuruh anaknya pee sembarangan tanpa susah cari kamar mandi dan ini kejadian ketika bepergian, bahkan ternyata gak terjadi pada anak lelaki juga pada anak perempuan, masyaAllah, fakta tersebut saya dapati ketika berjalan ke supermarket. Langsung deh saya alihkan perhatian Khalil..
4. Khalil belakangan suka nonton TV, tantangan ketika nonton TV adalah iklan yang tidak baik untuk pandangan anak berseliweran. Jika hal itu tampak olehnya, maka saya sering kali bilang 'Ish Nak, Ibu itu gak menutup aurat ya, gak pakai jilbab dia'. Tentang nonton TV ini pe er emaknya bangeeeet huhu. Emang sih yang ditontonnnya kartun anak, tapi jeda iklan ini kan gak bisa kita pilih. T_T
5. Lalu ketika di rumah atau siang hari, aku membiasakan diri memakai baju gamis lengkap dengan jilbab meski gerah tapi mau gimana lagi, rumahku tipe kebuka pintunya sepanjang hari huhu tapi syukurnya ada kekuatan kipas angin hehe. Nah, aku membiasakan Khalil untuk tidak melihat aurat ayah dan bundanya.
Jadi, ada kejadian lucu tentang pembelajaran menutup aurat ini, suatu hari usai cuci muka kaki dan tangan, persiapan mau tidur, Uci nya datang untuk menganggu. Belum lagi Uci nya mengucapkan apapun, Khalil bilang gini,
'Sana, Ci, Owi malu, tutup mulutnya'
Pecah ketawa aku dan ayahnya, Uci nya terpelongo
Maksud Khalil itu, tutup mata tapi salah bilang ingatnya tutup mulut >.< kadang Khalil suka tebalek-balek ngomong, mau bilang maju eh mundur, haha
MasyaAllah, Nak, semoga sampai dewasa ya konsep menutup aurat ini terpatri di hatimu. Semoga Allah selalu menjaga hati dan pikiranmu ya Nak! Aamiin ya Rabb.
Thursday, December 14, 2017
Menjadi Pengasuh Klub Menulis di Komunitas Hijrah Islamic Parenting Rasanya Itu...
Assalamualaykum Bunda!
Stop dulu postingan curhat tentang proses kemandirian Khalil di postingan sebelumnya hihi. Sekarang emak mau share sesuatu yang membuat Bunda Khalil belakangan ini jadi merasa lebih geregetan *eaaak
Soalnya setelah ditantang membuat pelatihan blog untuk pemula bagi Bunda di sebuah komunitas nah sekarang ditawarkan untuk mengelola sebuah klub menulis di Komunitas Hijrah Islamic Parenting. MasyaAllah. ^^
Jadi gini awalnya, beberapa Bunda sudah mulai tahu kalau Bunda Khalil ini femes *sekomplek deket rumah* sebagai seorang blogger, emak blogger, kerennya momblogger #eaaa . Nah, langsung diminta untuk isi kelas blog padahal belum siap lahir batin sebenarnya, udah ada niat buat berbagi ilmu tapi terus aja gitu maju mundur cantik, ternyata berkat rayuan maut Ibu Ihsan aka Mba Fuji pemilik blog ibuihsaan(dot)wordpress(dot)com , Bunda Khalil pun tergoda haha. Kalau gak dimulai-mulai gak tau kapan siapnya ya kan Buk Ihsan, dan Bunda Khalil berterima kasih sudah dirayu-rayu *semoga baca bagian ini gak ada yang gumoh yah, hehe*
Syukurnya sebelum buka kelas blog, Bunda Khalil melakukan persiapan yakni mengikut kelas blog milik perguruan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang pengajarnya adalah Mb Widyanti Yuliandari, pemilik blog widyantiyuliandari(dot)com *sungkem, aku makasi banget loh ilmunya Mbak*. Usai kelas berakhir, baru aku berani menjawab rayuan Ibu Ihsan. Kalau gak mah ya, aku jiper duluan, walau nge blog dah dari tahun 2008, tetep aja kalau ngajarin orang ya kudu ada persiapan gitu, biar afdhol dan semoga ilmunya berkah, mohon doanya ya Bunda sekalian.
Nah tepat tanggal 30 November 2017, klub menulis dibuka, materi pertama kelas blog untuk Bunda yang bergabung di komunitas Hijrah Islamic Parenting pun berlangsung pada Kamis, 7 Desember 2017 jam 3 sore.
Adapun tujuan dari klub menulis ini diadakan adalah sebagai wadah agar blog yang sudah dibuat gak bersarang laba-laba lagi tapi rutin diisi meskipun gak tiap hari ^^ dan insyaAllah akan ada jadwal posting quote tentang menulis, kemudian ada info-info terkait baca dan tulis terutama info lomba blog *eaaa.
Oiya dengan adanya blog, curhat para Bunda gak hanya di facebook aja #eh haha, maksudnya supaya para Bunda bisa menyalurkan curahan hatinya dengan menulis dan mengabadikannya melalui sarana seperti blog ini karena kalau via sosmed lain susah dilacaknya meskipun ada fitur timeline. Ada juga yang tujuan punya blog untuk mengarsipkan cerita tentang anaknya dan untuk diwariskan kelak bila sudah tiada. MasyaAllah!
Ada sebuah penelitian yang dilakukan Pennebaker dan Beal tahun 1986 bahwa kebiasaan menulis tentang pengalaman hidup yang berharga dapat menurunkan masalah kesehatan, efek jangka panjangnya dapat menurunkan stress, meningkatkan sistem imun, merasa lebih bahagia, bekerja dengan lebih baik, mengurangi tanda-tanda depresi dan bonusnya lagi bisa menguatkan memori.
Lalu Bagaimana Agar dengan Menulis Bisa Menyehatkan ?
Kesimpulan saya selama membaca alasan para Bunda nge-blog adalah sebagai terapi. Nah jika ingin menulis seperti itu ada beberapa tips nih Bunda :
1. Menulislah di Tempat yang Sepi
Suasana menulis mempengaruhi penting adanya agar seluruh perasaan dan pikiran mengalir keluar, kalau pun diikuti para bocah, menulislah saat semua telah tidur atau tidak ada yang menganggu.
2. Menulis Berurut dalam Seminggu Penuh
Jika ingin menjadikan menulis sebagai terapi dan kebiasaan, luangkan waktu beberapa hari untuk menulis, 15-20 menit sudah cukup. Untuk waktu yang tepat menulis, senyamannya Bunda saja, apakah usai sholat tahajud, sholat subuh atau jelang makan siang.
3. Niatkan Menulis untuk Kebaikan dan Perbaikan Diri
Kalau saya bilang mah, curhatlah dengan curhat yang menginspirasi, tidak yang isinya hanya sekadar keluhan dan keluhan.
Saya pernah menulis secara emosional saat kecewa dengan berita atau tulisan orang lain yang saya tidak sependapat dengannya, nah daripada ngomel gak jelas di sosmed, mending tulisan tersebut kita balas dengan tulisan pula. Tapi Bunda, hati-hati think before posting , sebelum posting pikirkan dulu jangan sampai tersandung UU ITE.
4. Menulis Dulu-Edit Kemudian
Yang bikin gak nulis-nulis adalah mikirin kalimat yang bagusan, bener gak Bun? Iyes bener banget. Untuk sementara tulis aja dulu, senyamannya Bunda, mau tulis langsung di blog boleh asal kuat jaringan inetnya, atau di word dulu atau di kertas, boleh banget. Ntar kalau rajin nulis dan baca, lama-lama ketemu sendiri gaya nulis Bunda yang khas ^^
5. Saring Before Sharing
Setelah tulisan kita selesai dan berniat bahwa apa yang kita tulis ini penting sekali dibaca banyak orang, maka silahkan share, tapi sebelumnya sudah dalam proses penyaringan ya Bun. Jika tidak di share, pun gak apa-apa, cukup di blog saja hehe.
Semoga Bermanfaat ya Bunda ^^, sampai jumpa di postingan berikutnya. Semangat!
Stop dulu postingan curhat tentang proses kemandirian Khalil di postingan sebelumnya hihi. Sekarang emak mau share sesuatu yang membuat Bunda Khalil belakangan ini jadi merasa lebih geregetan *eaaak
Soalnya setelah ditantang membuat pelatihan blog untuk pemula bagi Bunda di sebuah komunitas nah sekarang ditawarkan untuk mengelola sebuah klub menulis di Komunitas Hijrah Islamic Parenting. MasyaAllah. ^^
Jadi gini awalnya, beberapa Bunda sudah mulai tahu kalau Bunda Khalil ini femes *sekomplek deket rumah* sebagai seorang blogger, emak blogger, kerennya momblogger #eaaa . Nah, langsung diminta untuk isi kelas blog padahal belum siap lahir batin sebenarnya, udah ada niat buat berbagi ilmu tapi terus aja gitu maju mundur cantik, ternyata berkat rayuan maut Ibu Ihsan aka Mba Fuji pemilik blog ibuihsaan(dot)wordpress(dot)com , Bunda Khalil pun tergoda haha. Kalau gak dimulai-mulai gak tau kapan siapnya ya kan Buk Ihsan, dan Bunda Khalil berterima kasih sudah dirayu-rayu *semoga baca bagian ini gak ada yang gumoh yah, hehe*
Syukurnya sebelum buka kelas blog, Bunda Khalil melakukan persiapan yakni mengikut kelas blog milik perguruan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang pengajarnya adalah Mb Widyanti Yuliandari, pemilik blog widyantiyuliandari(dot)com *sungkem, aku makasi banget loh ilmunya Mbak*. Usai kelas berakhir, baru aku berani menjawab rayuan Ibu Ihsan. Kalau gak mah ya, aku jiper duluan, walau nge blog dah dari tahun 2008, tetep aja kalau ngajarin orang ya kudu ada persiapan gitu, biar afdhol dan semoga ilmunya berkah, mohon doanya ya Bunda sekalian.
Nah tepat tanggal 30 November 2017, klub menulis dibuka, materi pertama kelas blog untuk Bunda yang bergabung di komunitas Hijrah Islamic Parenting pun berlangsung pada Kamis, 7 Desember 2017 jam 3 sore.
Adapun tujuan dari klub menulis ini diadakan adalah sebagai wadah agar blog yang sudah dibuat gak bersarang laba-laba lagi tapi rutin diisi meskipun gak tiap hari ^^ dan insyaAllah akan ada jadwal posting quote tentang menulis, kemudian ada info-info terkait baca dan tulis terutama info lomba blog *eaaa.
Oiya dengan adanya blog, curhat para Bunda gak hanya di facebook aja #eh haha, maksudnya supaya para Bunda bisa menyalurkan curahan hatinya dengan menulis dan mengabadikannya melalui sarana seperti blog ini karena kalau via sosmed lain susah dilacaknya meskipun ada fitur timeline. Ada juga yang tujuan punya blog untuk mengarsipkan cerita tentang anaknya dan untuk diwariskan kelak bila sudah tiada. MasyaAllah!
Ada sebuah penelitian yang dilakukan Pennebaker dan Beal tahun 1986 bahwa kebiasaan menulis tentang pengalaman hidup yang berharga dapat menurunkan masalah kesehatan, efek jangka panjangnya dapat menurunkan stress, meningkatkan sistem imun, merasa lebih bahagia, bekerja dengan lebih baik, mengurangi tanda-tanda depresi dan bonusnya lagi bisa menguatkan memori.
Lalu Bagaimana Agar dengan Menulis Bisa Menyehatkan ?
Kesimpulan saya selama membaca alasan para Bunda nge-blog adalah sebagai terapi. Nah jika ingin menulis seperti itu ada beberapa tips nih Bunda :
1. Menulislah di Tempat yang Sepi
Suasana menulis mempengaruhi penting adanya agar seluruh perasaan dan pikiran mengalir keluar, kalau pun diikuti para bocah, menulislah saat semua telah tidur atau tidak ada yang menganggu.
2. Menulis Berurut dalam Seminggu Penuh
Jika ingin menjadikan menulis sebagai terapi dan kebiasaan, luangkan waktu beberapa hari untuk menulis, 15-20 menit sudah cukup. Untuk waktu yang tepat menulis, senyamannya Bunda saja, apakah usai sholat tahajud, sholat subuh atau jelang makan siang.
3. Niatkan Menulis untuk Kebaikan dan Perbaikan Diri
Kalau saya bilang mah, curhatlah dengan curhat yang menginspirasi, tidak yang isinya hanya sekadar keluhan dan keluhan.
Saya pernah menulis secara emosional saat kecewa dengan berita atau tulisan orang lain yang saya tidak sependapat dengannya, nah daripada ngomel gak jelas di sosmed, mending tulisan tersebut kita balas dengan tulisan pula. Tapi Bunda, hati-hati think before posting , sebelum posting pikirkan dulu jangan sampai tersandung UU ITE.
4. Menulis Dulu-Edit Kemudian
Yang bikin gak nulis-nulis adalah mikirin kalimat yang bagusan, bener gak Bun? Iyes bener banget. Untuk sementara tulis aja dulu, senyamannya Bunda, mau tulis langsung di blog boleh asal kuat jaringan inetnya, atau di word dulu atau di kertas, boleh banget. Ntar kalau rajin nulis dan baca, lama-lama ketemu sendiri gaya nulis Bunda yang khas ^^
5. Saring Before Sharing
Setelah tulisan kita selesai dan berniat bahwa apa yang kita tulis ini penting sekali dibaca banyak orang, maka silahkan share, tapi sebelumnya sudah dalam proses penyaringan ya Bun. Jika tidak di share, pun gak apa-apa, cukup di blog saja hehe.
Semoga Bermanfaat ya Bunda ^^, sampai jumpa di postingan berikutnya. Semangat!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tip Keren Agar Ibu Santai Bicara Menstruasi Pada Anak
Assalamualaykum Bunda, Menstruasi pada anak perempuan adalah hal normal namun zaman saya dulu sungguh hal ini masih tabu, gak banyak orangt...
-
Bismillah, Assalamualaykum, Mamsii, siapa disini yang bersikeras buanget buanget pasca melahirkan ingin melakukan IMD pada bayinya? ...
-
Assalamualaykum, Perkenalkan saya Bunda Khalil, emak sholehah (insyaAllah ) berkacatama dan baru dikaruniai satu putra. Domisili di Me...
-
Assalamualaykum, Melalui laman blog ini blogger menyatakan bahwa bundakhalil.blogspot.co.id adalah blog pribadi. Semua postingan berasal ...
